Sinopsis Film Train to Busan – Ripiu Cekecek

Author: | Posted in Pikiran Kita No comments

Sinopsis Train to Busan – Drama korea memang selalu menarik untuk ditonton. Terlepas dari apapun yang menjadi obrolan sinis kita terkait kebudayaan ‘plastik’ di negara mereka. Cerita-cerita yang disuguhkan banyak yang kita, sebagai warga Indonesia, barangkali tidak kepikiran sampai ke sana.

Atau belum. Ya … ide itu memang mahal. Meskipun aya sendiri sebetulnya lebih suka film bolywood. Ea.

Menilai bagus atau tidaknya drakor bisa dilihat dari banyak sekali sisi. Dan barangkali, untuk kebanyakan kita masih melihatnya dari siapa yang berperan, ganteng atau cantik gak, bikin nangis dan teriak-teriak apa tidak. Begitu.

Tapi yang harus kita perhatikan sekarang adalah: betapa kemudian bungkus yang menarik bisa menjadi gerbang bagi akulturasi budaya mereka yang hedon dengan budaya kita yang mangan ora mangan yang penting ngumpul.

Lihat saja, hari demi hari semakin banyak anak layangan yang menggemari drama korea sampai lupa batasan sosial budaya. Meskipun ada SJW atau pria-pria revolusi yang juga menggemari drama korea.

Untuk yang ‘agamaku adalah drakor’, gak apa-apa sih kalau cuma pengin belajar bahasa korea, tapi kalau sampai buta mata hati; lupa tuntutan lupa kewajiban sih … terlalu.

Cukup. Mari kita lanjut ke Train to Busan.

Selayang Pandang Film Train to Busan

Sempat menduduki peringkat teratas di beberapa situs film bajakan (halah), film Train to Busan sepertinya menarik untuk dibahas secara singkat. Sinopsis istilahnya.

Saya gak akan melakukan ripiu macam-macam seperti kritikus di IMDB atau Rotten Tomatoes, saya gak bisa marah nih. Hati terlalu lembut. Ea.

Train to Busan adalah film bergenre horror. Menceritakan wabah penyakit yang mengakibatkan mayat-mayat jadi hidup; zombie.

(btw, kasihan ‘zombie’, ada cocoklogi yang mengatakan kalau zombie itu adalah nama salah satu pejuang di Brazil sana)

Dirilis tahun 2016, film ini dibintangi oleh Gong Yoo, Jung Yu-Mi, dan Ma Dong-seok (ribet-ribet ya namanya, saya kalau nama korea cuma inget Kim Jong Un).

Ditayangkan awal pada 13 Mei 2016, film tersebut dikabarkan memecahkan rekor sebagai film Korea pertama di tahun itu yang ‘memaksa’ 10 juta orang untuk menontonnya. Wuih. Menarique.

Atas dasar itulah sinopsis ngawur ini dibuat.

Sinopsis Film Train to Busan

Latar awal cerita memperlihatkan sebuah truk pembawa barang—entah apa yang dibawanya, nasi bungkus?- dipersilakan memasuki kawasan yang dikabarkan mengalami kebocoran. Mungkin radiasi nuklir atau gas kimia beracun. Entah. Yang jelas bukan anggaran Negara kayak di wkwkland gitu ~

Karena sedang rindu dan cinta mati ke seseorang, supir truk itu tidak melihat ada rusa unyu-unyu di depannya. Eh, ditabrak sampai mati. Dasar memang cinta membuat buta!

Ndilalah, rusa yang mati tertabrak itu hidup lagi jadi zombie! Ini nih, ini! Ketika film zombie terkenal seperti The Walking Dead gak pernah mempersilakan hewan untuk berperan sebagai zombie, film Train to Busan ini berbaik hati memberikan peran itu ke seekor rusa. Mantap!

Latar tempat berubah. Kali ini frame menampilkan potret seorang ayah dan anak yang diketahui bernama Seok-Woo, seorang manajer keuangan sebuah perusahaan dan Su-an, anak perempuan yang kelak akan dilamar seseorang.

Mereka berangkat dari Seoul ke Busan menggunakan KTX; shinkansennya Korea. Tujuan mereka adalah bertemu dengan seorang perempuan yang sebelumnya menjadi istri Seok-Woo; ibunya Su-an.

(Pemirsa, adegan cerai-cerai begini jangan ditiru ya, Allah tidak suka. Kasihan kan Su-an harus menjadi ‘korban’ atas ketidakhadiran salah satu dari dua orang tuanya itu. Hvft.)

Sesaat sebelum KTX berangkat, seorang wanita dengan luka di kaki masuk. Nah, di sini ketegangan dimulai. Sepertinya luka di kaki wanita tersebut sudah terinfeksi ‘virus zombie’ yang sebelumnya juga menyerang rusa. Atau si perempuan ini makan sate rusa? Wallahu a’lam.

Serangan pertama terjadi ke seorang pelayan kereta perempuan. Sejak saat itu, infeksi terus menyebar dari gigitan ke gigitan. Dan begitulah. KTX menjadi tempat paling horror sesitus film bajakan.

Add Your Comment