Keindahan dan Kemakmuran Kerajaan Dhamasraya

Author: | Posted in Pikiran Kita No comments

Di wilayah Sumatera terdapat sebuah kerajaan yang Dharmasraya.

Kerajaan ini memiliki sumbangsih besar pada pembangunan dan kemakmuran di wilayah tersebut.

Kerajaan Dharmasraya adalah kerajaan yang berada di kabupaten di Sumatera Barat.

Kerajaan ini membentang sepanjang Sungai Batang hari,

Situs yang paling dikenal dari kerajaan ini adalah situs percandian Padang Roco.

 

Mengenal Kerajaan Dhamamasraya

a. Masa Perkembangan

Sri Maharajadhiraja Kertanegara Wikrama Dharmottunggadewa pernah mengirimkan hadiah berupa arca paduka Amoghapasa pada abad 12 M.

Pada tahun 1275, arca Amoghapasa dikirim oleh Raja Singasari sebagai hadiah bagi kerajaan Dharmasraya.

Arca itu berisikan kalimat doa semoga kegembiraan menaungi seluruh rakyat yang disampaikan kepada Dharmasraya.

Informasi ini sekaligus menandai bahwa Dharmasraya telah disebut oleh raja Singasari pada abad ke 13.

Di tahun yang sama, Kertanegara mengirim utusan dari jawa untuk datang ke Dharmasraya dengan tujuan menjalin kerja sama agar menyatukan wilayah Dwipantara.

Pada tahun 1293, kedua utusan ini kembali ke jawa bersama dua putri yang berasal dari Kerajaan Maluku yakni Dara Petak dan Dara Jingga.

Setelah sampai di Jawa, Raden Wijaya sebagai penguasa Majapahit kemudian jatuh cinta dengan Putri Dara Petak.

Dari pernikahan agung ini kemudian Raden Wijaya dan Putri Dara Petak dikaruniai pangeran Jayanegara, yang kelak akan menjadi raja kedua Majapahit.

Sedangkan Dara Jingga kemudian dinikahi oleh Sira Alaki Dewa yang bermakna orang yang bergelar dewa.

Dari pernikahan keduanya kemudian dikarunia anak lelaki yang diberi nama Mantrolot Warmadewa yang kelak akan dikenal sebagai dan disebut dengan nama Adityawarman.

Kelak menjadi Tuan Surawasa (Saruaso) berdasarkan Prasasti Batusangkar di pedalaman Minangkabau.

Munculnya persatuan nusantara hingga suatu hari muncul agresi dari Mongol di tiongkok oleh Kubilai Khan.

Kertanegara kemudian meminta pertolongan kepada Dharmasraya sebab letak strategis untuk siasat peran yakni Selat Malaka dan Selat Karimata.

Apa yang dilakukan oleh Kertanagara berbeda dengan kerajaan lainnya. Kertajaya memilih menyatukan nusantara dengan persahabatan bukan dengan peperangan.

Lahir dan Berkembang

kerajaan dharmasraya sematera

Malayu-Dharmasraya dberidi pada abda ke 10, nama ini digunakan oleh pelaut asing untuk menyebut Pulau Sumatera.

Sejauh ini banyak ditemukan artefak yang memberikan gambaran tentang Dharmasraya.

Dalam prasasti Padang Roco misalnya terdapat kisah kehidupan sehari-hari Dharmasraya. Prasasti Bandar Bapahat yang menceritakan tentang saluran air yang berada di harmasraya. Hal ini sekaligus menandai penduduk Dhamaswara memiliki kekayaan multikultural.

Kemudian ada arca Amoghapasa (1347) yang menceritakan kisah Adityawarman dan prestasinya dalam pemerintahan. Kemudian Adityawarman menyatakan dirinya sebagai raja yang bergelar Srimat Sri Udayadityawarma Pratapaparakrama Rajendra Maulimali Warmadewa.

Raja-raja dharmasraya

Raja yang berkuasa pada tahun 183 ialah Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa. Hal ini dijelaskan dalam Pprasasti Grahi dimana terjadi peristiwa unik ketika Mahasenapati Galanai, Bupati Grahi diperintahkan membuat arca Buddha seberat 1 bhara 2 tula (satuan berat kala itu) dengan nilai emas 10 tamlin.

Selanjutnya di tahun 1286, raja yang berkuasa adalah Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa. Disaat beliau memerintah, dibuatlah Prasasti Padang Roco yang kemudian diletakan di Siguntur.

Pada tahun itu pula, Raja Singasari mengirimkan Arca Amoghapasa sebagai hadiah Raja Dharmasraya.

Terakhir, pada tahun 1347 disebutkan dalam prasasti saruaso bahawa raja yang memerintah adalah Srimat Sri Akarendrawarman.

Saat itu dibuatlah pembangunan selokan, sebab terinspirasi dari raja sebelumnya yaitu Akarendrawarman.

Dalam arca tersebut juga diceritakan pemindahan pemerintahan ke Pagaruyung atau Suruaso, Arca ini kemudian yang terletak di Kabupaten Tanah Datar.

Add Your Comment